Sejarah Desa Paren

         Desa Paren merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Menurut cerita para leluhur asal usul Desa Paren sendiri memiliki dua versi cerita, yang pertama julukan Paren merupakan singkatan dari kata “ Perang Leren “ dalam Bahasa jawa yang artinya ( perangnya di berhentikan ), yang kedua.. dapat julukan paren itu dari kata pari yang berarti padi. Sesepuh Desa Paren itu sendiri adalah mbah Cokrominoto . Beliau merupaka pendiri pertama atau cikal bakal desa dari keturunan mataram, yang akhirnya beliau memberi nama Desa Paren dengan arti “ Ono opo-opo leren”, yang di maksud beliau adalah jika ada musibah di sana-sana/ di luar Desa Paren, semoga Desa Paren tidak terjadi apa-apa. Sehingga setiap tahun melakukan tasyakuran atau khoul untunk mengenang mbah Cokroaminoto.
        Menurut kisah zaman dahulu memang masih sering terjadi perang, baik antara masyarakat sendiri atau berhubungan dengan penjajah. Bahkan tapal batas tanah tidak boleh  di pindah-pindah atau nanti akan terjadi perang antara desa. Pernah ada yang bilang kalua ada kalua perang itu sampai di desa paren, tiba- tiba saja tidak jadi. Menurut cerita Ibu Rukamah, waktu itu pernah ada konflik yang terjadi dan sampai menimbukan perang, anehnya Ketika perang itu sampai di Desa Paren perang tersebut tidak jadi terjadi, entah karena apa. Dahulu konflik-konflik yang sering terjadi adalah konflik antar pembatas desa. Oleh karena itu nama Paren disebut dengan “Perang Leren”.
        Nama Paren juga dikisahkan dari kata Pari (Padi), yang dulunya merupakan desa yang mempunyai banyak sawah untuk di tanami padi. Sampai sekarang masih terlihat Desa Mayong Kidul dan Desa Kuanyar. Di sepanjang jalan Desa Paren terhampar persawahanyang di tanami padi kanan dan kiri jalan . Ketika musim tanam tiba, akan banyak para petani berombongan pergi ke sawah. Ada yang beragkat Bersama dengan jalan kaki, naik mobil angkutan, bahkan ada yang berangkat rombongan menggunakan truk. Menurut warga Desa Paren bagianyang paling istimewa dari musim tanam dan musim panen ini adalah “Bentel” ( bungkusan nasi daun pisang denganlauk gorengan tempe, pedo, ataupun ikan asin plus sambel.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan